Tanggung Jawab Manusia

Senin, 31 Mei 2010

Menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, pasti kita sering mendengar tentang tanggung jawab. Tapi bagaimanakah cara berTANGGUNG JAWAB dengan benar ? Mudah saja, dengan melakukan semua kewajiban kita dengan sebaik-baiknya. Sebaik-baiknya di sini adalah termasuk dengan siap menerima semua resiko yang ada.

Contohnya, orang tua memberikan tanggung jawab kepada kita untuk mengurus keperluan kita sendiri. Mulai dari keperluan pribadi, pendidikan, bahkan dalam pergaulan. Zaman sekarang ini begitu banyak remaja yang melakukan segala sesuatu tanpa berpikir panjang, tanpa memikirkan akibatnya. Padahal itu adalah hal yang salah. Coba kita pikir, jika kita melakukan hal yang salah, melanggar norma apapun itu. Bagaimana kita akan mempertanggung jawabkan semua yang kita lakukan kepada orang tua, masyarakat, bahkan Tuhan.

Tanggung jawab bukanlah hal yang mudah untuk kita lakukan. Sebelum melakukan sesuatu hal sebaiknya kita memikirkan tanggung jawab yang kita pikul nantinya. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Gelisah Tidak Enak Rasanya


Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir,tidak senang tidak sabar, cemas sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Jika kita merasakan kegelisahan tentunya perasaan kita menjadi tidak enak. Sebenarnya gelisah adalah hal yang pasti akan diraskan manusia. Sebab orang gelisah adalah karena mereka takut kehilangan berbagai macam haknya seperti hak untuk hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan dan lain-lain. Selain itu gelisah juga bisa ditimbulkan jika kita menunggu atau menerima ketidak pastian akan suatu hal.

Saya sering merasakan kegelisahan. Salah satu yang terberat adalah ketika saya menantikan kelahiran adik saya. Kenapa saya merasa gelisah? Yang pertama saya tidak sabar ingin segera bertemu dengan adik saya yang baru lahir itu. Yang kedua karena saya takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap ibu saya. Saya terus menunggu sambil berdoa. Dan akhirnya benar saja, saya mendapatkan seorang adik perempuan yang lucu (yah,, walaupun tidak mirip dengan saya). Ibu saya juga dalam keadaan sehat.

Begitulah kegelisahan, yang kita rasakan dan membuat kita tidak ingin melakukan apa-apa. Tapi jangan sampai kegelisahan itu merugikan kita. Kita harus ingat bahwa di atas sana ada Tuhan yang tahu apa isi hati dan pikiran kita, dan harus kita ingat bahwa Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita.

Baik atau Tidak ?? Itu Terserah Anda

Selasa, 18 Mei 2010
Kebajikan adalah suatu bentuk perbuatan yang bersifat positif dan berdampak baik terhadap orang lain sehingga kebajikan merupakan hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan kita. Orang yang banyak berbuat kebajikan akan disukai oleh semua orang.


Hari Sabtu adalah hari libur bagi saya. Jadi untuk membantu orang tua saya bertugas untuk menjemput adik saya saat dia pulang sekolah. Hal ini selalu saya lakukan pada hari Sabtu. Suatu Sabtu kira-kira pukul 11.00 WIB, seperti biasa saya berangkat ke sekolah adik saya. Beberapa saat setelah saya naik ke sebuah angkutan umum, naik pula seorang nenek yang duduk tepat di sebelah saya. Setelah beberapa menit kenek berjalan meminta ongkos tiap penumpang. Setelah saya membayar, lalu tiba giliran nenek tersebut. Tapi ternyata nenek itu tidak mempunyai uang untuk membayar ongkos. Anehnya, kenek itu membentak nenek tersebut. Saya melihat hal itu meras tidak tega. Sayapun membela nenek itu dengan balas membentak kenek. Akhirnya saya membayar ingkos untuk nenek tersebut.

Cerita itu memeang tidak terlalu penting. Setidaknya itu yang saya ingat, saya memang tidak tahu cara saya membela nenek itu dengan memarahi kenek adalah perbuatan yang baik atau bukan. Saya bahkan tidak tahu apakah itu termasuk tindakan kebajikan. Karena saya hanya melakukan apa yang saya anggap benar.

Manusia dan Pandangan Hidupnya

Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan. Pada dasarnya pandangan hidup setiap orang pasti berbeda-beda. Pandangan hidup manusia dapat diklasifikasikn menjadi tiga macam, yaitu pandangan hidup menurut agama (yang berhubungan dengan Tuhan), ideologi, dan berdasarkan renungan diri sendiri. Pada artikel kali ini penulis akan membahas tentang pandangan hidup menurut agama.


Zaman sekarang jika seseorang meminum bir di sebuah diskotik ataupun tempat lain, itu sudah biasa. Tapi dalam pandangan hidup beragama hal ini tidak dibenarkan. Seperti yang kita tahu dalam Islam kita dilarang meminum minuman keras, karena miras (minuman keras) tersebut dapat menghilangkan kesadaran seseorang. Tidak sedikit terjadi tindak kriminal (seperti pencurian, pembunuhan, dan pemekorsaan) hanya karena pelaku mabuk setelah minum-minum.

Selain itu miras juga tidak baik untuk kesehatan karena pada dasarnya minuman keras itu memang merusak badan. Sekarang sedang ramai diberitakan di televisi nasional beberapa orang keracunan sesudah meminum miras oplosan. Tidak hanya keracunan, bahkan para konsumen miras tersebut sampai kehilangan nyawanya.

Maka dari itu kita harus tetap berada di jalan yang diridhoi oleh-Nya. Karena seberapapun perbuatan yang kita lakukan akan mendapat ganjarannya. Dan dalam memilih pandangan hidup kita harus mempertimbangakan banyak hal seperti dampaknya bagi diri kita maupun orang lain.

Berjalan Mulus, Tidak Berakhir Bagus

Pernahkah kalian mendengar kalimat “Gantungkan cita-citamu setinggi langit“ ? Kalimat tersebut sebenarnya adalah himbauan agar kita memiliki tujuan dalam hidup, karena jika kita memiliki tujuan dalam hidup maka sudah tentu kita akan berusaha sekuat tenaga hingga kita mencapainya. Walaupun ada rintangan untuk mencapai cita-cita itu, tapi kita tetap melaluinya dengan tabah. Dan dengan begitu maka hidup kita ini akan lebih berarti. Menurut kamus umumbahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran.


Semenjak saya kecil, saya bercita-cita untuk menjadi seorang dokter. Karena menurut saya dokter itu adalah salah satu pekerjaan yang mulia. Saya tahu bahwa cita-cita yang saya miliki itu sangat tinggi, maka dari itu saya berusaha semampu saya untuk mewujudkan cita-cita saya itu. Saya termasuk orang yang beruntung karena selama saya berusaha untuk mencapai cita-cita tersebut saya tidak mendapat kesulitan yang berarti.

Seperti pada waktu saya di tingkat sekolah menengah pertama, dengan mudah saya bisa masuk ke SMP unggulan pada waktu itu. Berlanjut pada saat saya masuk SMA, saya juga dengan mudah masuk ke SMA favorit. Saat pemilihan jurusan saya memilih jurusan IPA karena orang yang masuk ke fakultas kedokteran hanya yang memilih jurusan IPA. Saya pun tidak terlalu sulit dalam mendapatkan jurusan tersebut.

Tapi ternyata keberhasilan itu tidak selamanya akan kita dapatkan. Karena walaupun jalan yang saya dapatkan selama ini lurus-lurus saja tanpa rintangan berarti, setelah lulus SMA saya malah gagal mencapai cita-cita saya itu. Mungkin hal ini dikarenakan usaha saya yang kurang keras. Atau mungkin memang Allah memiliki jalan lain yang lebih baik untuk saya.